Judul: Target Masa Depan
Ibu Guru: Anak-anak, kalian sudah kelas IX. Sebentar lagi lulus. Apa target kalian setelah ini?
Budi: Saya ingin masuk SMA favorit, Bu!
Sari: Kalau saya ingin masuk SMK jurusan Multimedia, Bu!
Anto: Kalau saya cuma punya satu target yang sangat penting, Bu...
Ibu Guru: Wah, apa itu Anto? Pasti sangat inspiratif.
Anto: Target saya adalah jangan sampai ketemu Ibu lagi di kelas yang sama tahun depan!
Ibu Guru: *Langsung kasih formulir remedial*
Judul: Matematika dan Move On
Eko: Bud, gue benci banget sama pelajaran Matematika kelas IX ini.
Budi: Kenapa? Karena rumusnya makin ribet?
Eko: Bukan itu masalahnya.
Budi: Terus apa?
Eko: Matematika itu nggak bisa move on. Masa dari kelas VII sampai kelas IX, kita disuruh nyari "X" terus? Padahal kan "X" (mantan) itu harusnya dilupakan, bukan dicari nilainya!
Judul: Belajar Sejarah
Pak Guru: Dino, kenapa nilai ujian Sejarah kamu merah semua?
Dino: Anu Pak, saya susah menghafal tahun-tahun di masa lalu.
Pak Guru: Loh, kan tinggal dibaca dan diingat!
Dino: Masalahnya Pak, kata Mama saya, kita itu harus fokus ke masa depan. Terlalu sering melihat ke masa lalu itu nggak baik buat kesehatan mental, nanti susah move on.
Pak Guru: Itu curhat atau alasan, Dino?
Judul: Berani Bermimpi
Ibu Guru: Anak-anak, kelas IX ini adalah saatnya kalian berani bermimpi setinggi langit!
Andi: Baik, Bu! (Langsung melipat tangan di meja dan tidur)
Ibu Guru: (Menghampiri meja Andi) Andi! Kenapa kamu malah tidur di jam pelajaran saya?
Andi: Lah, kan tadi Ibu yang nyuruh...
Ibu Guru: Nyuruh apa?
Andi: Katanya harus berani bermimpi. Ya ini saya lagi mulai mimpinya, Bu. Baru aja mau dapet rumah mewah eh Ibu bangunin.
Judul: Gaya Gravitasi Nilai
Riko: Sis, lo tau nggak kenapa nilai-nilai kita di kelas IX ini makin lama makin turun?
Siska: Ya karena kita males belajar lah, Ko.
Riko: Salah. Itu karena kita lagi mempraktikkan pelajaran IPA Bab Gravitasi.
Siska: Maksudnya?
Riko: Kan hukum gravitasi bilang, semua benda yang dilempar ke atas pasti akan jatuh ke bawah. Sama kayak nilai kita, makin tinggi ekspektasi guru, makin kenceng jatuhnya ke lantai!

Honeymoon Low Budget
Budi: Wah, selamat ya Pak Tejo, anaknya baru nikah. Mau bulan madu ke mana tuh?
Pak Tejo: Katanya mau ke luar negeri yang paling dekat dan murah, Bud.
Budi: Ke Singapura atau Malaysia, Pak?
Pak Tejo: Bukan, mau ke Pulau Kapuk. Cuma butuh paspor berupa bantal sama guling, langsung sampai ke alam mimpi.
Budi: Waduh, itu mah namanya rebahan berjamaah, Pak!
Menu Spesial Istri Baru
Agus: Gimana rasanya jadi pengantin baru, Mas? Istri pinter masak nggak?
Indra: Wah, istri saya itu jago banget masak menu "bening", Gus.
Agus: Sayur bayam bening maksudnya? Seger dong!
Indra: Bukan, dia masak air sampai mendidih. Bening banget kan? Nggak ada warnanya sama sekali.
Agus: Itu mah bukan masak, Mas, itu cuma manasin dispenser!
Perubahan Drastis
Pak RT: Gimana rasanya setelah seminggu nikah, To? Ada perubahan?
Anto: Ada banget, Pak RT. Dulu pas masih pacaran, kalau ketemu jantung saya yang berdebar-debar.
Pak RT: Kalau sekarang pas sudah jadi istri?
Anto: Sekarang kalau saya telat pulang kerja, jempol tangan saya yang berdebar-debar ngetik permintaan maaf di WhatsApp.
Pak RT: Hahaha! Selamat bergabung di klub "Ikatan Suami Takut Istri", To!
Kunci Kebahagiaan
Joni: Pak Haji, kasih tips dong biar rumah tangga saya awet kayak Pak Haji.
Pak Haji: Kuncinya cuma satu, Jon. Kamu harus selalu setuju sama pendapat istri.
Joni: Kalau pendapat istri ternyata salah gimana, Pak?
Pak Haji: Nah, itu dia rahasianya. Kalau istri salah, kamu harus balik lagi ke kunci yang pertama tadi: setuju kalau dia benar.
Joni: Waduh, itu mah namanya "Iya-iya" aja dong, Pak?
Pak Haji: Itulah yang disebut keharmonisan, Jon!
Kado Jam Dinding
Slamet: Bro, ini kado pernikahan buat lu. Jam dinding besar.
Rian: Wah makasih, Met. Tapi kok kadonya jam dinding sih? Biar disiplin ya?
Slamet: Bukan, biar lu tau kapan waktunya berhenti jadi pengantin baru dan mulai jadi bapak-bapak yang jemput anak sekolah.
Rian: Masih jauh itu mah, Met! Orang nikahnya baru tadi pagi.
Slamet: Justru itu, lu harus latihan liat jam dari sekarang biar nggak lupa waktu pas lagi "bulan madu"!
Judul: Strategi Tempur Malam Pertama
Suami: (Sambil mengunci pintu kamar dengan semangat) "Dek, akhirnya kita cuma berdua saja di sini. Sudah siap lahir batin?"
Istri: (Malu-malu kucing) "Iya Mas, aku sudah siap... Mas mau mulai dari mana?"
Suami: "Oke, kalau begitu Mas buka dulu ya!"
Istri: "Buka apa Mas? (Wajah memerah)"
Suami: "Buka tas plastik besar itu! Ayo kita hitung amplop dari tamu, lumayan buat bayar catering yang kurang dikit kemarin!"
Istri: "Waduh, kirain mau buka apa, Mas... Mas...!"
Judul: Ritual Wangi-Wangian
Istri: "Mas, kata Ibu kalau malam pertama itu suasananya harus harum dan romantis biar berkesan."
Suami: "Tenang Dek, Mas sudah siapkan semuanya. Mas tahu apa yang bikin suasana jadi hangat."
Istri: "Oh ya? Mas pasang parfum ruangan atau lilin aroma terapi?"
Suami: "Bukan Dek, itu Mas sudah bakar dua keping obat nyamuk bakar di kolong kasur. Biar kita 'tempur' tanpa gangguan nyamuk kebon!"
Istri: "Itu mah bukan romantis Mas, itu mau pengasapan!"
Judul: Kebiasaan Jomblo
Narasi: Baru saja masuk kamar pengantin, si Suami langsung lompat ke kasur, tarik selimut, dan dalam 5 detik langsung mendengkur keras.
Istri: (Menggoyang-goyangkan bahu suami) "Mas! Mas bangun! Kok langsung tidur sih? Ini kan malam pertama kita!"
Suami: (Terbangun kaget) "Eh... astagfirullah, maaf Dek! Mas lupa kalau sudah nikah."
Istri: "Lupa gimana maksudnya?"
Suami: "Iya, biasanya kalau Mas masuk kamar sendirian ya ritualnya cuma satu: merem sampai subuh. Refleks jomblo Mas belum hilang, Dek!"
Judul: Masalah Koneksi
Suami: "Dek, kok Mas merasa ada yang kurang ya di malam pertama ini?"
Istri: "Kurang apa Mas? Aku kurang dandan ya? Atau bajuku kurang bagus?"
Suami: "Bukan itu... Mas merasa kurang fokus aja."
Istri: "Coba Mas tarik napas dalam-dalam, terus tatap mata aku..."
Suami: "Bentar Dek, masalahnya Mas kepikiran... tadi Mas sudah ganti status di Facebook jadi 'Married' tapi kok belum ada yang like ya? Sinyal di kamar ini jelek banget kayaknya!"
Istri: "Mas! Pilih Facebook atau pilih aku?!"
Judul: Latihan Pernapasan
Suami: (Terengah-engah di pinggir kasur)
Istri: "Mas, kok kamu napasnya satu-satu gitu? Capek banget ya gara-gara acara tadi siang?"
Suami: "Bukan Dek... Mas lagi latihan."
Istri: "Latihan buat apa? Buat malam ini?"
Suami: "Bukan, Mas lagi latihan nahan napas. Soalnya Mas baru sadar, korset yang Mas pakai seharian di balik beskap ini susah banget dilepasnya. Tolong bantuin Mas dulu, ini perut Mas terjepit, Dek!"
Istri: "Ya ampun Mas, kirain mau atraksi apa!"
Investasi Akhirat
Perbaikan sarana prasarana pendidikan dan ibadah serta program bantuan sosial bagi siswa dan guru MTs Jam'iyah Islamiyah.
🏛️ Wakaf Sarana Prasarana
Mewujudkan sarana prasarana pendidikan dan ibadah yang layak di MTs Jam'iyah Islamiyah
📡 Kepedulian Sosial
Dana darurat untuk bantuan kesehatan atau duka bagi siswa dan guru yang tertimpa kesulitan.
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang shalih."
— HR. Muslim no. 1631 —
Bank Mandiri
1120018620919a.n MTs Jam'iyah Islamiyah
Pusat Informasi & Artikel Terkini
Mencetak Generasi Qur'ani,
Cerdas, dan Berwawasan Digital
Mari bergabung bersama keluarga besar MTs Jam'iyah Islamiyah. Kami menyediakan lingkungan belajar yang inspiratif dengan fasilitas modern untuk 96 talenta terbaik.
Keren banget! Kamu adalah pengunjung ke-
di portal inspirasi MTs Jam'iyah Islamiyah