MTs Jam'iyah Islamiyah
MTs Jam'iyah Islamiyah
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

KULTUM RAMADHAN HARI KE-25 | Menjaga Pandangan di Era Digital

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, alhamdulillahi ladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya lau laa an hadanallah. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad, wa ala alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du.

Yang saya takzimi Bapak Kepala Madrasah, Bapak/Ibu guru, serta staf karyawan MTs Jam'iyah Islamiyah yang insya Allah senantiasa dalam lindungan Allah. Serta anak-anakku sekalian, siswa-siswi MTs Jam'iyah Islamiyah yang Bapak cintai dan banggakan. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena di hari ke-25 Ramadhan ini, kita masih diberi kekuatan iman dan kesehatan untuk menyempurnakan ibadah puasa kita. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW.

Hadirin yang dirahmati Allah, tema kultum kita pada kesempatan kali ini adalah "Menjaga Pandangan di Era Digital". Mengapa tema ini begitu mendesak untuk kita bedah secara mendalam? Kita hidup di sebuah zaman di mana dunia berada dalam genggaman. Jendela dunia kini bukan lagi sekadar jendela kayu di rumah kita, melainkan layar *smartphone* yang kita bawa hingga ke tempat tidur. Jika dahulu godaan pandangan terjadi saat kita keluar rumah dan bertemu orang di jalan, kini godaan itu masuk secara agresif ke ruang-ruang privat kita melalui algoritma media sosial, iklan pop-up, hingga konten-konten yang seringkali melalaikan hati dari mengingat Allah.

Ramadhan adalah madrasah ruhaniyah. Esensi puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan *imsak*—yakni menahan diri dari segala hal yang membatalkan pahala puasa. Salah satu pintu masuk utama syaitan ke dalam hati manusia adalah melalui mata. Di era digital ini, menjaga pandangan (*ghadhul bashar*) menjadi ujian yang jauh lebih berat bagi generasi milenial dan Gen-Z, termasuk anak-anakku di MTs Jam'iyah Islamiyah. Mata kita adalah "kamera" yang langsung terhubung dengan "hard drive" hati kita. Apa yang terekam oleh mata, akan membekas di hati, mempengaruhi kejernihan pikiran, dan menentukan kualitas kekhusyukan ibadah kita, terutama di hari-hari terakhir Ramadhan yang penuh kemuliaan ini.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 30:

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

*(Qul lil-mu'minīna yaguḍḍū min abṣārihim wa yaḥfaẓū furūjahum; żālika azkā lahum; innallāha khabīrum bimā yaṣna‘ūn)*

Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

Senada dengan ayat tersebut, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ

*(Fa zināl-‘aini an-naẓaru)*

Artinya: "Maka zina mata adalah dengan memandang (yang haram)." (HR. Muslim).

Hadirin sekalian, mari kita bedah secara filosofis makna *yaguḍḍū* (menjaga/menundukkan) dalam ayat tadi. Kata *ghadhul bashar* bukan berarti kita harus menutup mata sama sekali atau berjalan sambil menunduk hingga menabrak tiang. Secara bahasa, *ghadh* berarti mengurangi atau menahan. Dalam konteks era digital, ini berarti memiliki kendali diri (*self-control*) atas apa yang kita konsumsi di layar ponsel. Saat kita sedang asyik *scrolling* TikTok, Instagram, atau YouTube, lalu muncul konten yang mengekspos aurat, konten yang penuh kebencian, atau konten yang memicu syahwat, maka di titik itulah perintah *yaguḍḍū* bekerja. Kita diperintahkan untuk segera mengalihkan pandangan atau menggeser (*swipe*) layar tersebut. Ini adalah jihad visual di zaman modern.

Mengapa Allah menyebutkan bahwa menjaga pandangan itu *azka lahum* (lebih suci bagi mereka)? Karena mata adalah pintu gerbang menuju hati. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengibaratkan pandangan yang tidak terjaga seperti panah beracun yang dilepaskan syaitan. Jika panah itu menancap di hati, maka ia akan merusak keimanan dan mematikan sensitivitas ruhani. Seringkali kita merasa malas shalat, sulit menghafal Al-Qur'an, atau merasa hambar saat berdoa. Bisa jadi itu disebabkan oleh "sampah visual" yang kita biarkan masuk melalui mata kita sepanjang hari. Hati yang penuh dengan bayang-bayang maksiat visual akan sulit merasakan manisnya iman.

Lebih jauh lagi, di era digital ini, pandangan tidak hanya tentang pornografi. Pandangan juga mencakup pandangan hasad atau iri hati saat melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial. Ketika mata kita terus memandang kemewahan orang lain (yang mungkin hanya polesan), hati kita mulai merasa tidak puas dengan pemberian Allah. Inilah mengapa *ghadhul bashar* di era digital juga berarti menjaga pandangan dari hal-hal yang dapat merusak rasa syukur kita. Menjaga pandangan adalah bentuk perlindungan mental dan spiritual agar kita tetap fokus pada tujuan penciptaan kita, yaitu beribadah kepada-Nya.

Sebagai ilustrasi praktis, bayangkan jika mata kita adalah sebuah cermin yang sangat jernih. Setiap kali kita melihat hal yang baik, cermin itu tetap bersih. Namun, setiap kali kita sengaja melihat hal yang dilarang—meskipun hanya satu detik video pendek—setitik noda hitam menempel di cermin tersebut. Bayangkan berapa ratus noda yang menempel dalam satu hari jika kita tidak selektif dalam menggunakan *gadget*. Lama-kelamaan, cermin itu menjadi hitam pekat, sehingga cahaya hidayah Allah tidak bisa lagi memantul di dalamnya. Itulah mengapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar, karena matanya tetap "berbuka" dengan kemaksiatan di dunia maya.

Untuk anak-anakku siswa MTs Jam'iyah Islamiyah, Bapak ingin memberikan tips praktis: Pertama, gunakan prinsip "pandangan pertama". Rasulullah bersalam kepada Ali bin Abi Thalib bahwa pandangan pertama (yang tidak sengaja) itu dimaafkan, tapi jangan diikuti dengan pandangan berikutnya. Jika muncul konten buruk, segera tutup! Kedua, bersihkan *feed* media sosial kalian. *Unfollow* akun-akun yang tidak memberi manfaat bagi dunia dan akhiratmu. Ingatlah, apa yang kalian lihat hari ini akan menjadi saksi di hadapan Allah pada hari kiamat kelak. Jempolmu dan matamu akan berbicara, melaporkan setiap histori pencarian dan setiap durasi tontonanmu.

Sebagai kesimpulan, di hari ke-25 Ramadhan ini, mari kita perbaharui komitmen kita. Menjaga pandangan bukan hanya tentang menundukkan kepala di jalanan, tapi tentang ketegasan hati untuk mematikan layar saat kemaksiatan muncul. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan cahaya manisnya iman di dalam hati yang tidak bisa dibeli dengan materi apapun. Semoga kita semua, guru-guru dan siswa MTs Jam'iyah Islamiyah, digolongkan sebagai hamba-hamba-Nya yang mampu menjaga kesucian mata dan hati hingga kita meraih kemenangan di hari Idul Fitri nanti.

Mari kita tutup dengan doa: Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya-i minhum wal amwat. Ya Allah, terimalah puasa kami, jagalah pandangan kami, bersihkanlah hati kami dari noda-noda maksiat, dan istiqamahkanlah kami di jalan-Mu hingga maut menjemput. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzabannar. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Mendidik Sepenuh Hati | Bertransformasi Dengan Inovasi

Koleksi Konten Inspiratif Pilihan

Eksplorasi Ilmu Pengetahuan dan Karakter Mulia

"Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat."

Silakan pilih kategori atau cari topik yang Anda inginkan

Memuat kategori...

Foto Profil Afrizal Hasbi, M.Pd.

Afrizal Hasbi, M.Pd.

Seorang pendidik dan praktisi yang berdedikasi tinggi dalam bidang ilmu pendidikan. Dukung perjalanan literasi dan edukasi saya melalui media sosial di bawah ini.

Logo MTs Jam'iyah Islamiyah

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)
MTs JAM'IYAH ISLAMIYAH

Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Daftarkan putra/putri Anda untuk mengikuti program pendidikan holistik yang memadukan kurikulum Pendidikan Islam yang kokoh dengan pengembangan Ilmu Umum, kemampuan Akademik, dan literasi Teknologi terkini. Hanya 96 kursi tersedia untuk siswa/siswi terbaik!

DAFTAR SEKARANG

Widget YouTube Afrizal Hasbi - Dark Theme
MTS Visitor Counter Firebase
LIVE STATS • MTS-MJI.BLOGSPOT.COM

Keren banget! Kamu adalah pengunjung ke-

Memuat...

di portal inspirasi MTs Jam'iyah Islamiyah

Berbagi

Posting Komentar